Julukan Anak Muda Korea


Awalnya tulisan yang simpang siur ini adalah sebuah komentar pada catatan seoran teman. nampaknya menarik juga untuk posting di sini. soalnya si teman ini merupakan salah seorang temanku yang suka sekali menonton film korea. Hingga akhirnya dia mendapat julukan “Anak Muda Korea”. Rekan-rekan mau tahu komentar yang saya publiskan di catatan teman saya, simak baik-baik,  eih… Jangan lupa dibaca. ini dia komentar saya:

Setelah lima menit lebih kurang, catatan yang membuat orang penasaran ini, muncul di pemberitahuan facebook saya. Ada seorang teman yang tidak mau di sebutkan namanya, dia datang dengan raut mukanya tersenyum yang begitu aduhai. Tak lama kemudian setelah pelan-pelan dia masuk ke kamar saya, tiba-tiba dia mencolek seraya mengatakan kepada saya; “ka komen hai catatan si *OS* yang ka di tag nan droe keuh?”. Dengan sepintas saya tanganggapi permintaan si kawan tadi, “kebetulan nyoe pih ka adzan, jak tawudhu, leuh nyan taseumayang, aleuh nyan baröe ta koment (sok mau koment, padahal membaca catatan tidak hot issue itu saja belum)”. Sudahlah ayo kita shalat dulu. Nanti kita lanjut ketawa lagi ” Naa kaleungoe jeh ka iqamat? “. Timbalku padanya.


Tak lama kemudian, shalat pun selesai tertunaikan. “Nyan ban bulat. Menyoe kaleuh taseumayang keun mangat takheim-kheim loem”. Pungkasku sambil jalan pulang dari masjid.

Begitu tiba di kamar ujung, entah kenapa saya tersenyum lepas tanda ibadah, terus membaca catatan tadi ter-panding, saya pun ikut ketawa dengannya setelah membaca, titik tanpa titik dua, tanda kutip, seru, apalagi tanda tanya. Kalau begitu mari kita mulai ke…! Ups…… Upss… Tunggu dulu, sebenarnya saya mau tanya sesuatu ni ke kamu semua. Tapi janji dulu, sebelum kulayangkan dua pertanyaan ke kamu yang membaca, juga yang mau “like”. Ayo langsung di-like.. hahhahahahahahahhahahahahah

*******

Kertas hitam nan gelap pun mulai menyelimuti negeri ini. Tanpa basa-basi, langsung menuju ke initi. Jadi “keurangkeum” ini baru bisa diselesaikan di pagi hari. Berhubung malam harinya ada kegiatan lain yang mesti dikerjakan.

Ketentuannya begini; Kalau misalnya gue bilang huruf “K”, lho semua harus teriak keras-keras huruf “O”, titik. Kalau aku sebut huruf “D”, kamu mesti sebut huruf “A”. Kalau ana teriak huruf “A”, maka anta sebut dengan suara lembut huruf “N”. Adil kan sudah sama rata teriaknya?. Okey lanjut lagi…!

Kalau nantinya diriku sebut huruf “M”, dirimu harus sebut huru “U”. Kali ini huruf yang aku sebutkan, sama dengan salah satu huruf sebelumnya, “wahuwa (A)”. Jangan kamu sebut huruf “N” ya?. Bisa-bisa ntar saya kasih 0 pontennya.(hihihihihihih) Di samping “boh manok kom” ponten yang kamu dapat, akibatnya jauh dari inti pertanyaan yang saya maksud, Tapi you harus sebut huruf “K”.

Oke… Yang terakhir. Kali ini giliran aku saya menang, karena amboe harus sebutkan dua huruf, yaitu huruf “RE”. Sedangkan waang cuma satu huruf, yaitu huruf “A”. Nah..! Itu saja ketentuannya.

Sekarang mari reflesh-kan kembali ingatan kamu. Ups…….!! Gue keterlaluan, bukan kamu lagi rupanya. Tapi kalian, karena sudah banyak yang koment. Ckckckckckkc

Tiga belas menit kemudian, sang pemuda ganteng yang mau bertanya itu pun berteriak dengan suara lentangnya “A”…. Teriaknya. Mereka yang baca ini bimbang alias ragu, mau sebut “N” atau “K”. Mereka juga sepakat untuk memilih huruf “K”. Yaa… 0 ponten untuk kalian semua. Pungkas pemuda ganteng. Yang saya maksud adalah huruf “N”. Pemuda ganteng mengoreksinya.

Tahap ke-dua pun di mulai. Pemuda berkacamata nan ganteng itu sedang menatap sesuatu di luar. Tiba-tiba dia memalingkan wajahnya kembali di hadapan mereka semua. Dia berteriak “A”…. Dengan sepintas mereka mengatakan “N”. Selanjutnya, pemuda itu mengkocak mereka dengan huruf “A” lagi. Mereka tidak terkecoh, jawabannya huruf “K” tuan pemuda.
Yup.. Benar sekali. Ujar tuan pemuda.

Seterusnya, dia sudah yakin dengan mereka. “M” kata pemuda, mereka dengan senang berawut wajah gembira menjawab “U”. Belum lama huruf “D” didendangkan oleh pemuda, mereka pun menimbalnya dengan huruf “A”. Senangnya mereka bisa meluruskan jawabannya di tahap ke-dua. Ei…… Ei…… Ei…… Jangan bersenang dulu. Pemuda itu mengingatkan mereka.
Jawablah tantangan dua huruf lagi. “K”…!! Ceplos pemuda.
Dengan cepat diiringi lompat mereka jawab “O”. Yes…..!! Kini giliran pemuda berkacamata itu meraih kemenangan dalam pengucapan. Soalnya, pemuda itu unggul satu huruf dari mereka-mereka hanya mengantongi satu huruf. Ibaratnya seperti hasil pertandingan bola yang pada akhirnya menghasilkan kemenangan. “RE”…………!! Saut pemuda dengan nada memanjang. “A” jawab mereka lebih panjang lagi.

Langsung saja, sebelum saya ajukan pertanyaan kedua, saya yakin kamu pasti senang diajak ketawa. Ingat…! Ketawa itu membawa kita senang, gembira, membuat orang terpesona, yang pada akhirnya mendapat julukan “Kamu memang cocok jadi …. …. .….”. Kamu pasti bingung!. Untuk menghilangkan kebingunganmu, ini dia pertanyaanku: (Lengkapilah titik-titik di atas, dengan menggabungkan huruf kapital yang ada dalam petik dua, pada jawaban mereka di tahap ke-dua?). Hahahahahahahahahahha

Aku katakana sekali lagi, “ Kamu memang cocok kadi …. …. …. “. Akhirnya saya pun mau ketewa…  hahahahhahahah

Lihat catatan temanku

Silakan komentar sesuka Anda :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: