Istirahat Vs Waktu Luang


Setiap hari, manusia tidak terlepas dari aktivitas-aktivitas. Apakah aktivitas itu berat atau sebaliknya ringan. Pernahkah Anda merasakan rasa lelah, capek, tidak konsen dalam menjalankan tugas-tugas? Langka sekali pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan tanpa rasa lelah, capek, tidak konsen. Meskipun itu pekerjaan yang tidak terlalu berat. Lihat saja, ketika kita sedang enak-enak nongkrong di depan komputer atau telivisi misalnya. Pada dasarnya memang tidak rasa apa-apa keenakan nonton. Ketika mati lampu atau batrai laptop habis, di situ baru terasa akan berkurangnya stamina yang ada dalam tubuh kita.

Sebaiknya, bagi kita-kita yang sering beraktivitas, apalagi aktivitas yang dilakukan tergolong berat, Usahakan menyisihkan sedikit waktu untuk istirahat, me-reflash-kan kembali supaya tetap semangat dalam menjalankan aktivitas itu. Kalau pun tidak sempat istirahat sejenak. Istirahatlah yang cukup di malam hari.

Istirahat yang cukup di malam hari juga sangat bermanfaat bagi tubuh. Di samping itu juga supaya tidak tertidur di kelas bagi siswa, di ruang bagi mahasiswa, akibat kekurangan tidur di malam hari.

Oleh sebab itu, istirahat lah yang cukup sesuai kondisi dan situasi. Misal; Kalau lagi musim mendekati ujian atau final, atur lah waktu istirahat sebisa mungkin. Jangan pula waktu masuk ujian atau final kita alihkan waktu itu dengan beristirahat dalam ruangan. Hehehe… Sungguh rugi bukan?.

Berbicara mengenai “me-manage waktu, itu tergantung kejelian diri kita sendiri dalam mengaturnya. Yang pastinya dalam hal ini, harus ada hal yang diprioritaskan. Misal; Ada hal yang mendesak dan penting, ini harus diutamakan. Ada hal yang mendesak tapi tidak penting, berarti dinomorduakan. Ada lagi hal yang tidak mendesak juga tidak penting, ini baru dinomortigakan. Begitulah seterusnya.

Sekali lagi, istirahat dan mengatur waktu sangatlah perlu. Lebih-lebih kita dalam menuntut ilmu. Bukankah waktu itu, jika kita tidak kerdil dalam menggunakannya. Malah dia akan menjahilkan kita?.

Mungkin tulisan ini, tidak bisa memberi pencerahan pada pembaca. Maklum saja penulisnya bukan seorang pujangga yang pandai merangkai kata. Tapi dia manusia biasa yang tak luput dari lupa dan alpa.
Wallahu’alam

————-
Senin, 14 November 2011

Silakan komentar sesuka Anda :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: