Merangkai Tasbih di Senja Hari


Merangkai butiran tasbih dengan berjuta anggan akan kedamaian merajut benang pengikat tasbih dengan kucuran air mata akan senja yang kan hadir perlahan tapi pasti seiring menginggat dosa dan sikap yang tak pernah lepas dibalik hembusan dan kedipan mata yang lemah namun penuh harap

butir tasbih terangkai rapi di jelujur benang tipis, tanpa daya terpangku dikedua lipatan kaki itu tekadang dia berkeluh saat benang tipis itu tergulung sedikit kusut terkadang dia menghembuskan nafas lega saat butiran masuk dengan lancar tanpa hambatan

terpaku duduk dengan senyum lembut seorang wanita paruh baya melihat sang kekasih yang merajut butir tasbih itu senyum penuh harap akan perubahan dari sang kasih yang selalu berusaha tuk memberikan yg terbaik untuknya

duhai untaian tasbih nan gemulai seiring jari-jari itu menggilir butiranmu jadikanlah apa yang mereka lakukan sebuah langkah-langkah kecil tuk memperbaiki diri seiring guliran butir demi butirmu dalam genggaman tangan itu seiring harapan mereka untuk masa yang mampu membawa mereka sesuai kehendakNYA.

Silakan komentar sesuka Anda :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: